Saturday, March 19, 2011

Kepergianmu....


On June 08 jam 09.30 – 10.30 ~ Tak ada pirasat sebelumnya atau tanda-tanda pagi itu, seperti biasa aku berangkat kerja tapi rasanya ada rasa malas yang sempat aku lontarkan ke Istriku, “kok males banget nih berangkat kerja” walau akhirnya aku start juga motor ke pabrik dimana aku bekerja yang jaraknya hanya sekitar 5 kiloan saja. Di tempat kerjapun seperti biasa, aku layani permintaan-permintaan teman-2 untuk mengambil kiriman barang materialnya yang mereka butuhkan.
Sekitar 2x misscall kuterima dari POMAD yang belum sempat kuangkat HPku, setelah itu barulah kusempatkan terima telpon yang ternyata adikku Har..yang terdengar suaranya gemetar dan menangis menceritakan kalo adikku “TRI” mengalami kecelakaan yang katanya kakinya cedera berat dan keadaan kritis…akupun sedikit panik mendengar berita ini sambi memerintahkan adikku ini untuk telpon ke pihak keluarga di Jawa agar segera membawa ke Rumah sakit terdekat. Karena posisiku sedang di luar ruangan kerja aku bermaksud meminta ijin ke atasan untuk ijin pulang lebih awal mengenai kejadianyang menimpa saudaraku ini.
Ku hubungin adikku Har kembali di Kalibata, kudengar suara dari diujung telepon suara adikku Har, dan adik bungsuku Fadjar serta mamak menanggis sambil terbata-bata mengatakan bahwa Adikku “TRI” telah meninggal dunia…Innalillahi waiinailaihi Rojiun !
“Ya Allah takdirmu sungguh besar,berilah aku kejalan yang lurus di sebuah takdirmu itu,Ya Allah… dan teguhkan lah hatiku ini akan sujud ku kepada MU Ya Allah…” Berikanlah kami kesabaran dan keikhlasan atas kepergian adik kami ini”
اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لَهُ وَارْحَمْهُ وَعَافِهِ وَاعْفُ عَنْهُ، وَأَكْرِمْ نُزُلَهُ، وَوَسِّعْ مَدْخَلَهُ، وَاغْسِلْهُ بِالْمَاءِ وَالثَّلْجِ وَالْبَرَدِ، وَنَقِّهِ مِنَ الْخَطَايَا كَمَا نَقَّيْتَ الثَّوْبَ اْلأَبْيَضَ مِنَ الدَّنَسِ، وَأَبْدِلْهُ دَارًا خَيْرًا مِنْ دَارِهِ، وَأَهْلاً خَيْرًا مِنْ أَهْلِهِ، وَزَوْجًا خَيْرًا مِنْ زَوْجِهِ، وَأَدْخِلْهُ الْجَنَّةَ، وَأَعِذْهُ مِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ [وَعَذَابِ النَّارِ]
[Alloohummaghfir lahu Warhamhu Wa ‘Aafihi Wa’fu ‘ahu, Wa Akrim Nuzulahu, Wa Wassi’ Madkholahu, Waghsilhu Bil Maa’i WatsTsalji Wal Barodi, Wa Naqqihi Minal Khothooyaa Kamaa Naqqaitats Tsaubal Abyadho Minad Danasi, Wa Abdilhu Daaron Khoiron Min Daarihi, Wa Ahlan Khoiron Min Ahlihi, Wa Zaujan Khoiron Min Zaijihi, Wa Adkhilhul Jannata, Wa A’idhu Min ‘Adzaabil Qabri]
Ya Allah, Ampunilah dia (dari beberapa hal yang tidak disukai), maafkanlah dia dan tempat-kanlah di tempat yang mulia (Surga), luaskan kuburannya, mandikan dia dengan air salju dan air es. Bersihkan dia dari segala kesalahan, sebagaimana Engkau membersihkan baju yang putih dari kotoran, berilah rumah yang lebih baik dari rumahnya (di dunia), berilah keluarga (atau istri di Surga) yang lebih baik daripada keluarganya (di dunia), istri (atau suami) yang lebih baik daripada istrinya (atau suaminya), dan masukkan dia ke Surga, jagalah dia dari siksa kubur dan Neraka.” (HR. Muslim 2/663)
Kutinggalkan tempat kerja dan kusempatkan telepon isriku di rumah dan menggambarkan hal ini serta untuk mempersiapkan perlengkapanku untuk  menuju ke Kalibata dimana tempat tinggal orangtuaku.

Selamat jalan adikku...

Reactions:

0 comments: